Wednesday, July 2, 2014

LAPORAN SKRIPSI



ANALISIS PENGARUH KREDIT TERHADAP KINERJA
USAHA KECIL DAN MENENGAH
DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

2.Uraian singkat latar belakang masalah:
Usaha kecil dan menengah (UMKM) mempunyai peranan yang sangat penting dalam perekonomian Indonesia. Usaha kecil dan menengah mempunyai proporsi  terbesar dari populasi pengusaha di Indonesia, yang mengindikasikan bahwa usaha kecil dan menengah merupakan salah satu pilar utama dalam perekonomian Indonesia. Populasi usaha kecil , menengah dan besar sejak terjadinya krisis ekonomi  pada tahun 1977 mengalami penurunan, namun sejak tahun 1999 telah tumbuh kembali. Jumlah unit usaha UKM pada tahun 2003 sebesar  42,4 juta unit, atau mengalami kenaikan sebesar 9,5 persen dari tahun 2000. 
UMKM berperan besar dalam meningkatkan pendapatan lapisan masyarakat menengah ke bawah sehingga secara tidak langsung ikut membantu meningkatkan pemerataan pendapatan. UMKM juga memegang peranan utama dalam pengadaan kebutuhan pokok dan jasa bagi masyarakat, disamping itu juga sebagai penunjang kegiatan ekonomi yang berskala lebih besar (Econit, 2000)

3.Tujuan penelitian:
-Unt uk mengetahui pengaruh kredit  yang diperoleh usaha kecil dan menengah terhadap kinerja UKM yang ditunjukkan dengan jumlah output yang dihasilkan.
-Untuk mengetahui pengaruh modal, jumlah tenaga kerja dan bahan baku yang digunakan oleh usaha kecil dan menengah terhdap kinerja UKM dilihat dari output yang dihasilkan.
-Untuk memberikan masukan kepada pihak-pihak yang terkait dalam penyediaan kredit, baik itu pemerintah, pihak bank ataupun lembaga keuangana lainnya dalam mengambil kebijakan .


4 Tinjauan Pustaka
1.      Landasan Teori
-Definisi Usaha Kecil dan Menengah
Sebelum membahas definisi usaha kecil dan menengah, akan dibahas mengenai definisi perusahaan atau usaha industri. Definisi perusahaan atau usaha industri adalah suatgu unut (kesatuan) usaha yang melakukan kegiatan ekonomi, bertujuan untuk menghasilkan barang atau jasa, terletak pada suatu bangunan atau lokasi tertentu dan mempunyai catatan adminitrasi tersendiri mengenai produksi dan struktur biaya serta dengan seseorang atau lebih yang bertanggung jawab atas usaha tsb (BPS, 2001).
 Usaha industri kecil adalah usaha rumah tangga yang melakukan kegiatan mengolah barang dasar atau bahan baku menjadi barang jadi / setengah jadi, barang setengah jadi menjadi barang jadi, atau dari yang kurang nilainya menjadi barang yang lebih tinggi nilainya yang dimaksud untuk dijual, dengan jumlah pekerja  paling sedikit 5 orang dan paling banyak 19 orang termasuk pengusaha (BPS).
 Selanjutnya BPS menyebutkan penggolongan industri berdasarkanjumlah tenaga kerja (berdasarkan klasifikasi lapangan usaha Indonesia) :
1.Industri rumah tangga: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja 1-4 orang
2. Industri kecil: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja 5-19 orang
3. Industri sedang atau menengah: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja 20- 99orang
4.Industri besar: usaha industri yang memiliki jumlah tenaga kerja >/ 100 orang

-Konsep perkreditan
Kredit adalah penyediaan uang atau tagiahan yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan / kesepakatan pinjam meminjam antar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnyasetela jangka waktu tertentu dengan jumla bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan (UU No. 7 Tahun 1992).
Tujuan kredit
-Diliahat dari bank sebagai pemberi kredit:
1.Profitability: memperoleh keuntungan dari pemberiankredit berupa bunga.
2.Safety: terjaminnya atas fasilitas kredit yang diberikan sehingga tujuan profitability dapat tercapai secara maksimal.
-Dilihat dari kepentingan penerima kredit:
1.Profitability: memperoleh keuntungan atas usaha yang dibiayai dengan fasilitas kredit.
2.Responsibility: memenuhi kewajibannya yakni mengembalikan kredit dari bank yang diterimanya sesuai perjanjian kredit yang telah disepakati bersama.

-Fungsi Kredit
*Meningkatkan utilitas dari modal/uang ataupun barang.
*Meningkatkan gairah berusaha masyarakat.
*sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.
*sebagai stabilisasi ekonomi.

Penelitian Sebelumnya
-Ratna Oktovina (1998) menganalisis tentang pengaruh kredit perbankan terhadap perkembangan industri kecil di provinsi DIY, hasilnya semakin besar realisasi kredit yang diberikan menyebabkan peningkatan perkembangan industri kecil DIY.
-Ahmad Amin (2000) menganalisis pada pengusaha batik di Kodya Yogyakarta pada umumnya menggunakan kredit untuk membiayai produksinya, namun hal ini tidak diimbangi kemampuan pengusaha membayar kredit. Hasil penggunaan modal oleh para pengusaha batik bahwa efisien, karena kredit yang diperoleh tidak hanya digunakan untuk membiayai proses produksi tetapi juga digunakan untuk keperluan-keperluan lainnya.

5. Hipotesis Penelitian
1.Bahwa kredit atau pinjaman yang didapatkan oleh usaha kecil dan menengah berpengaruh positif terhadap kinerja perusahaan yang ditunjukkan oleh output yang dihasilkan.
2.Bahwa total modal, jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan dan bahan baku yang digunakan perusahaan berpengaruh positif tehadap jumlah output yang dihasilkan.

6. Metode Penelitian
a) Metode Pengumpulan Data:
-Studi pustaka dilakukan untuk memperoleh landasan teori yang menunjang penelitian berasal dari literatur, penulisan ilmiah maupun penelitian sebelumnya.
-Observasi langsung : melakukan wawancara dengan objek penelitian dengan menggunakan kuisioner/daftar pertanyaan.

b) Jenis dan Sumber Data:
-Primer: data diperoleh dari responden penelitian di lokasi penelitian dengan wawancara (kuisioner).
-Sekunder: data statistikdari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi DIY serta BPS DIY.

c) Motode Analisis Data:
Metode yang digunakan untuk menganalisis data adalah dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu dengan menggunakan model regresi linier, selain itu juga disertakan deskriptif berdasarkan data data informatif dari responden (hasil wawancara dan kuisioner).
Alat Analisis
Metode analisis yang digunakan model regresi linier
Model:
 
Y= total output yang diproduksi (jutaan rupiah)
X1= total modal (jutaan rupiah)
X2= jumlah tenaga kerja (orang)
X3= bahan baku (jutaan rupiah)
D1= 1, jika dapat kredit
        2, jika tidak kredit
  = koefisien dummy
  = distubance term
= elemen konstanta
 = koefisien regresi
 i= jumlah observasi

Pengujian hipotesis:
-Pengujian koefisien regresi secara individual : uji t
- Pengujian koefisien regresi keseluruhan : uji F, uji R2         
-Uji Asumsi Klasik :
(uji Multikolinearitas)
(uji Heteroskedasitas)
(uji Autokolerasi)

7. Kesimpulan :
Dari hasil analisis deskriptif tentang bantuan pemodalan (kredit) dan masalah yang dihadapi oleh UKM, diperoleh:
-Dari keseluruahan 54 responden yang tidak mendapatkan bantuan pemodalan pihak lain adalah sebanyak 20 orang.
-34 responden mendapatkan pinjaman/kredit secara berturut-turut dari bank,BUMN, keluarga/teman, koperasi , dan pemda.
-Permasalahan responden yang paling dominan : masalah keterbatasan modal, lalu diikuti tenaga kerja, ketersediaan bahan baku, persaingan dengan produk sejenis dan pemasaran produk.
-Semua variabel berpengaruh positif terhadap output yang dihasilkan
-variabel yang signifikan terhadap output yang dihasilakan: variabel dummy dan bahan baku
-Variabel modal tidak berpengaruh signifikan terhadap output yang dihasilkan. Hal ini diperkirakan disebabkan karena penggunaan moidal yang belum efisien oleh usaha kecil dan menengah.
-Variabel tenaga kerja tidak berpengaruh signifikan terhadap output yang dihasilkan, tenaga kerja yang kurang terampil masih menjadi kendala.
-Uji F, semua variabel independen serentak berpengaruh positif dan signifikan terhadap output yang dihasilkan.
-Persamaan regresi yang digunakan lolos dari uji Asumsi Klasikàtidak terdapat multikolinearitas, autikolerasi, dan heteroskedasitas.

No comments:

Post a Comment